Silahkan hubungi kami jika Anda menemukan link error atau ingin memberikan masukan dan saran Contact Us Ebook Telegram

Kimia Dasar: Atom, Molekul, dan Mole

Atom adalah unit dasar dari materi yang tidak dapat dibagi lagi tanpa kehilangan karakteristiknya.
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

Atom, Molekul, dan Mole

Atom dan molekul adalah unit dasar dari materi yang membentuk segala hal di sekitar kita. Dari udara yang kita hirup hingga bahan-bahan yang membentuk rumah tempat tinggal kita, semuanya terdiri dari atom dan molekul. Dalam ilmu kimia, pemahaman tentang atom dan molekul sangat penting karena zat-zat yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari terdiri dari molekul-molekul yang terbentuk melalui interaksi antara atom-atom tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu atom dan molekul, bagaimana mereka terbentuk, dan bagaimana pemahaman tentang sifat dan reaktivitas molekul dapat membantu dalam pengembangan bahan kimia baru untuk berbagai aplikasi di berbagai industri. 

Pengertian Atom, Molekul, dan Mole

Pengertian Atom

Atom adalah unit dasar dari materi yang tidak dapat dibagi lagi tanpa kehilangan karakteristiknya. Atom terdiri dari tiga jenis partikel sub-atomik: proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron terletak di inti atom, sedangkan elektron berputar di sekitar inti dalam lapisan energi yang disebut kulit elektron.

Proton memiliki muatan positif dan massa yang relatif sama dengan neutron yang memiliki muatan netral. Elektron memiliki muatan negatif dan massa yang sangat kecil dibandingkan dengan proton dan neutron. Jumlah proton dalam inti atom menentukan identitas atom, yang disebut nomor atom, dan jumlah neutron dalam inti atom menentukan isotopnya.

Karakteristik atom juga ditentukan oleh jumlah elektron yang ada di sekitar inti atom. Elektron dapat berada dalam beberapa kulit energi yang berbeda-beda, dengan jumlah maksimum elektron yang dapat ditempatkan di setiap kulit energi tergantung pada nomor kulit energi tersebut. Setiap kulit energi memiliki energi tertentu yang terkait dengan posisi elektron di dalamnya.

Karakteristik atom juga ditentukan oleh sifat ikatan antar atom dalam molekul. Atom dapat membentuk ikatan kovalen, ikatan ionik, atau ikatan hidrogen dengan atom lain untuk membentuk molekul.

Dalam ilmu kimia, atom sangat penting karena mereka merupakan dasar bagi semua bahan kimia. Pemahaman tentang sifat dan reaktivitas atom dapat membantu dalam pengembangan bahan kimia baru untuk berbagai aplikasi di berbagai industri, seperti obat-obatan, material, makanan, energi, dan kesehatan.

Pengertian Molekul

Molekul adalah satuan terkecil dari suatu senyawa atau unsur yang masih mempertahankan sifat dan karakteristik kimianya. Molekul terbentuk dari beberapa atom yang diikat bersama melalui ikatan kimia untuk membentuk struktur tiga dimensi yang stabil.

Molekul dapat terdiri dari atom-atom dari unsur yang sama, seperti molekul gas nitrogen (N2) yang terdiri dari dua atom nitrogen yang diikat bersama, atau dari atom-atom dari unsur yang berbeda, seperti molekul air (H2O) yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen yang diikat bersama.

Ikatan kimia yang membentuk molekul dapat berupa ikatan kovalen, di mana atom-atom saling berbagi elektron, atau ikatan ionik, di mana atom-atom saling membentuk ion positif dan ion negatif yang saling tertarik satu sama lain. Selain itu, molekul juga dapat membentuk ikatan hidrogen, di mana atom-atom hidrogen di molekul yang berbeda saling tertarik satu sama lain melalui interaksi antar molekul.

Molekul memiliki sifat-sifat khas yang ditentukan oleh jenis dan jumlah atom yang membentuknya, serta ikatan kimia yang mengikatnya. Sifat-sifat tersebut meliputi massa, bentuk, polaritas, dan titik didih serta titik leleh. Pemahaman tentang sifat-sifat molekul sangat penting dalam berbagai aplikasi di berbagai industri, seperti dalam pengembangan obat-obatan, material, makanan, energi, dan kesehatan.

Dalam kimia organik, molekul sangat penting karena mereka membentuk struktur dasar dari senyawa organik. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang mengandung unsur karbon dan sering kali mengandung unsur-unsur lain seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, dan belerang.

Molekul senyawa organik sangat kompleks dan beragam, dan pemahaman tentang struktur dan sifat molekul organik sangat penting dalam pengembangan obat-obatan, bahan-bahan kimia, dan bahan-bakar alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pengertian Mole

Mole adalah satuan ukuran yang digunakan dalam kimia untuk mengukur jumlah substansi atau zat dalam suatu sistem. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah partikel, seperti atom, molekul, atau ion, yang sama dengan jumlah partikel dalam 12 gram karbon-12. Oleh karena itu, satu mol dari suatu substansi mengandung Avogadro's Number (6,022 x 10^23) partikel.

Konsep mol sangat penting dalam kimia karena dapat membantu untuk mengukur dan memprediksi reaksi kimia, memahami sifat dan perilaku senyawa kimia, serta membantu dalam mengembangkan bahan kimia baru.

Dalam praktiknya, mol digunakan untuk mengukur massa, volume, dan konsentrasi zat dalam larutan. Misalnya, jika kita ingin mengukur jumlah partikel atom dalam satu gram logam tembaga, kita dapat menghitung berapa banyak mol atom tembaga dalam satu gram tersebut menggunakan massa atom relatif tembaga (63,5 gram/mol) dan konstanta Avogadro. Hasilnya adalah sekitar 0,02 mol atom tembaga dalam satu gram logam tembaga.

Selain itu, mole juga digunakan untuk menghitung stoikiometri reaksi kimia, yaitu hubungan antara jumlah mol dan kuantitas reaktan dan produk dalam reaksi kimia. Dalam stoikiometri, mol digunakan untuk memastikan bahwa reaksi kimia berlangsung dengan benar dan efisien.

Dalam ilmu kimia, konsep mol sangat penting dalam berbagai aplikasi, seperti dalam pengembangan obat-obatan, pengolahan makanan, energi, dan kesehatan. Pemahaman tentang konsep mol juga penting dalam memahami sifat dan perilaku senyawa kimia dalam lingkungan alamiah dan dalam sistem buatan manusia.

Senyawa Kimia

Senyawa kimia adalah gabungan dua atau lebih unsur kimia yang terikat secara kimia dalam perbandingan tetap dan memiliki sifat-sifat kimia yang unik. Dalam senyawa kimia, unsur-unsur tersebut tidak lagi mempertahankan sifat-sifatnya sendiri dan membentuk sifat-sifat baru yang berbeda dari unsur asalnya.

Contoh senyawa kimia adalah air (H2O), yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen yang terikat bersama. Air memiliki sifat-sifat unik yang berbeda dari unsur-unsurnya. Sebagai contoh, air memiliki titik didih dan titik beku tertentu, mudah mengalir, dan memungkinkan benda-benda untuk terapung di atasnya. Selain itu, senyawa kimia lainnya meliputi garam dapur (NaCl), gula (C12H22O11), etanol (C2H5OH), dan asam sulfat (H2SO4).

Senyawa kimia memiliki rumus kimia yang menunjukkan jumlah dan jenis atom yang terdapat dalam senyawa tersebut. Misalnya, rumus kimia air adalah H2O, yang menunjukkan bahwa terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dalam setiap molekul air.

Pemahaman tentang senyawa kimia sangat penting dalam kimia karena senyawa kimia digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti dalam pengembangan obat-obatan, material, makanan, dan energi. Senyawa kimia juga terlibat dalam berbagai reaksi kimia, termasuk dalam produksi energi, pembuatan bahan kimia, dan pengolahan limbah.

Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom-atom yang mengikat mereka bersama menjadi molekul atau senyawa kimia. Dalam ikatan kimia, atom-atom saling berinteraksi untuk mencapai kestabilan dan mencapai konfigurasi elektronik yang lebih stabil.

Ketika atom-atom saling berinteraksi, mereka dapat berbagi elektron, kehilangan atau menerima elektron, atau membentuk jaringan kristal dalam sebuah struktur logam.

Ikatan Ionik

Ikatan Ionik

  • Terjadi karena adanya transfer elektron dari 1 atom ke atom yang lain
  • Ikatan ionik terjadi antara logam dan non logam, terjadi beda elektronegatifitas yang besar

Ikatan ionik adalah jenis ikatan kimia antara atom yang memiliki muatan listrik yang berlawanan, yaitu atom yang kehilangan atau menerima satu atau lebih elektron dan atom yang memperoleh satu atau lebih elektron. Atom yang kehilangan elektron akan membentuk ion positif yang disebut kation, sedangkan atom yang menerima elektron akan membentuk ion negatif yang disebut anion.

Dalam ikatan ionik, ion positif dan ion negatif saling tertarik satu sama lain melalui gaya elektrostatis, membentuk suatu senyawa ionik. Ikatan ionik terjadi karena satu atom tidak memiliki cukup elektron untuk memenuhi kulit valensi mereka, sementara atom lain memiliki lebih banyak elektron dalam kulit valensi mereka. Dalam ikatan ionik, elektron-elektron yang dipindahkan sepenuhnya dari satu atom ke atom lainnya.

Contoh senyawa ionik adalah natrium klorida (NaCl), di mana atom natrium kehilangan satu elektron untuk membentuk kation Na+ dan atom klorin menerima elektron tersebut untuk membentuk anion Cl-. Kation dan anion ini kemudian saling menarik satu sama lain membentuk kristal ionik NaCl yang padat.

Ikatan ionik memiliki kekuatan tarik elektrostatis yang kuat, sehingga senyawa ionik cenderung memiliki titik lebur dan titik didih yang tinggi. Selain itu, senyawa ionik juga dapat larut dalam pelarut polar seperti air, karena polaritas air dapat memecah ikatan ionik dan memisahkan ion-ion dalam senyawa ionik. Ikatan ionik banyak ditemukan pada senyawa-senyawa anorganik, seperti garam, mineral, dan batuan.

Sifat Zat Ikatan Inonik

  • Padatan kristalin
  • Titik leleh sangat tinggi
  • Larut dalam H2O, tidak larut dalam solven non polar
  • Tidak dapat menghantarkan panas dan listrik, dapat menghantarkan listrik dalam larutan

Sifat zat ikatan ionik meliputi titik lebur dan titik didih yang tinggi, keras dan rapuh, mudah pecah, tidak mudah terbakar, serta tidak konduktif dalam keadaan padat, tetapi konduktif dalam keadaan cair atau larutan.

Titik lebur dan titik didih yang tinggi pada senyawa ionik terjadi karena ikatan ionik yang kuat, yang memerlukan energi yang besar untuk memisahkan ion-ion positif dan negatif dalam kristal. Karena ikatan ionik kuat, senyawa ionik juga cenderung keras dan rapuh, sehingga mudah pecah ketika diberi tekanan atau benturan.

Senyawa ionik tidak mudah terbakar karena ion-ion di dalamnya tidak dapat menghantarkan listrik dalam keadaan padat. Namun, ketika senyawa ionik dilelehkan atau di larutkan dalam air, ion-ion bebas dapat bergerak dan menghantarkan listrik, sehingga senyawa ionik konduktif dalam keadaan cair atau larutan.

Selain itu, senyawa ionik memiliki sifat yang cukup polar sehingga mudah larut dalam pelarut polar seperti air. Ketika larut dalam air, ion-ion dalam senyawa ionik dapat saling menarik dengan ion-ion air, membentuk hidrasi ion yang stabil.

Sifat-sifat zat ikatan ionik ini sering digunakan dalam berbagai aplikasi kimia, seperti dalam pembuatan keramik, batu permata, dan bahan baku untuk industri kimia.

Ikatan Kovalen

Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen
  • Terjadi karena adanya sharing pasangan elektron dalam ikatan atom
  • Ikatan ionik terjadi antara nonlogam dan non logam.
  • Ikatan kovalen polar : jumlah sharing elektron  tidak sama

Ikatan kovalen adalah jenis ikatan kimia di mana dua atom saling berbagi satu atau lebih pasangan elektron di kulit valensi mereka. Dalam ikatan kovalen, kedua atom memiliki keterikatan yang sama terhadap elektron yang mereka bagi, sehingga pasangan elektron yang mereka bagikan bersifat bersama-sama atau shared.

Dalam ikatan kovalen, atom yang berikatan biasanya adalah atom non-logam, seperti karbon, oksigen, nitrogen, dan fluor. Atom-atom ini cenderung memiliki kecenderungan untuk membentuk ikatan kovalen karena mereka memiliki kecenderungan untuk menarik elektron menuju diri mereka sendiri dan berbagi elektron dengan atom lain dapat membantu memenuhi kebutuhan elektron mereka.

Ikatan kovalen dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu ikatan kovalen tunggal dan ikatan kovalen ganda. Ikatan kovalen tunggal terjadi ketika dua atom saling berbagi satu pasangan elektron, sedangkan ikatan kovalen ganda terjadi ketika dua atom saling berbagi dua pasangan elektron.

Contoh senyawa kovalen adalah air (H2O), di mana atom oksigen dan dua atom hidrogen saling berbagi pasangan elektron untuk membentuk molekul air yang stabil. Molekul air juga memiliki ikatan kovalen polar, di mana elektron dalam pasangan elektron bersama lebih dekat dengan atom oksigen yang lebih elektronegatif, sehingga oksigen memiliki muatan negatif sedangkan hidrogen memiliki muatan positif.

Ikatan kovalen memungkinkan terbentuknya molekul-molekul organik dan anorganik yang kompleks, serta memiliki sifat-sifat yang berbeda seperti polaritas dan kekuatan ikatan. Ikatan kovalen juga penting dalam banyak reaksi kimia dan proses biologis seperti metabolisme dan sintesis protein.

Sifat Zat Ikatan Kovalen

  • Padatan kristalin
  • Titik leleh sangat tinggi
  • Larut dalam H2O, tidak larut dalam solven non polar
  • Tidak dapat menghantarkan panas dan listrik, dapat menghantarkan listrik dalam larutan
Sifat zat ikatan kovalen tergantung pada sifat ikatan kovalen itu sendiri dan komposisi molekulnya. Beberapa sifat umum dari zat ikatan kovalen antara lain:
  1. Titik lebur dan titik didih yang lebih rendah: Molekul-molekul kovalen biasanya memiliki titik lebur dan titik didih yang lebih rendah daripada senyawa ionik. Hal ini terjadi karena ikatan kovalen tidak memiliki kekuatan elektrostatis yang kuat seperti ikatan ionik.
  2. Mudah terbakar: Senyawa kovalen biasanya mudah terbakar karena molekul-molekulnya tidak saling terikat dengan kuat. Namun, beberapa senyawa kovalen memiliki ikatan yang sangat kuat sehingga sulit terbakar.
  3. Konduktivitas listrik rendah: Senyawa kovalen biasanya tidak konduktif dalam keadaan padat atau cair karena elektron valensi dalam ikatan kovalen tidak bebas bergerak.
  4. Kelarutan dalam pelarut organik: Senyawa kovalen cenderung lebih larut dalam pelarut organik seperti minyak atau bahan bakar daripada dalam pelarut polar seperti air.
  5. Polarisasi: Beberapa molekul kovalen polar, yaitu molekul yang memiliki pasangan elektron yang tidak dibagi secara merata antara atom-atomnya, dan ini dapat mempengaruhi sifat-sifat fisik dan kimia molekul seperti titik lebur dan titik didih.

Sifat-sifat ini dapat bervariasi tergantung pada jenis senyawa kovalen dan struktur molekulnya. Namun, secara umum, senyawa kovalen cenderung memiliki sifat yang lebih lemah dibandingkan dengan senyawa ionik karena ikatan kovalen tidak memiliki kekuatan elektrostatis yang kuat seperti ikatan ionik.

Ikatan Logam 

Ikatan Logam

Ikatan logam adalah ikatan kimia antara atom logam yang terbentuk ketika atom logam saling berbagi elektron dengan atom logam lainnya, membentuk jaringan kristal logam. Dalam ikatan logam, elektron valensi atom logam terlibat dalam pembentukan ikatan, dan elektron tersebut dapat bergerak bebas di sekitar seluruh jaringan kristal logam, membentuk apa yang disebut sebagai elektron delokalisasi.

Karakteristik utama ikatan logam adalah kekuatan ikatannya yang sangat kuat, sehingga logam memiliki titik lebur dan titik didih yang sangat tinggi. Elektron delokalisasi ini juga memberikan konduktivitas listrik dan termal yang tinggi pada logam, karena elektron yang bebas dapat dengan mudah bergerak melalui jaringan kristal logam dan membawa muatan listrik atau panas dengan cepat.

Ikatan logam juga memberikan sifat keuletan dan kekerasan pada logam, karena jaringan kristal logam sangat sulit dipisahkan dan resisten terhadap deformasi. Selain itu, logam juga cenderung bersifat ductile dan malleable karena adanya ikatan yang fleksibel antara atom-atom logam.

Contoh logam yang membentuk ikatan logam antara lain emas, perak, besi, tembaga, aluminium, dan nikel.

Sifat Zat Ikatan Logam

  • Padatan yang dapat ditempa
  • Titik leleh dan titik didih tinggi
  • Tidak larut dalam H2O, tidak larut dalam solven non polar
  • Menghantarkan panas dan listrik
  • Mengkilap.
Ikatan logam memiliki beberapa sifat khas yang membedakannya dari jenis ikatan kimia lainnya, di antaranya:
  1. Kekuatan dan kekerasan: Atom-atom logam terikat oleh ikatan logam yang kuat, sehingga logam cenderung keras dan kuat. Hal ini memungkinkan logam untuk menahan gaya luar dan menjaga bentuknya.
  2. Konduktivitas listrik dan panas yang tinggi: Elektron bebas dalam ikatan logam memungkinkan logam untuk menjadi konduktor listrik dan panas yang sangat baik. Elektron-elektron bebas ini mudah bergerak dan dapat membawa muatan listrik atau panas dengan mudah.
  3. Titik lebur dan titik didih yang tinggi: Ikatan logam sangat kuat sehingga membutuhkan energi yang besar untuk memutusnya. Hal ini menjadikan logam memiliki titik lebur dan titik didih yang sangat tinggi.
  4. Kepadatan yang tinggi: Atom-atom logam dalam ikatan logam sangat rapat sehingga logam memiliki kepadatan yang tinggi.
  5. Dapat ditempa dan dibentuk: Ikatan logam memungkinkan logam untuk menjadi fleksibel dan mudah dibentuk ke dalam berbagai bentuk. Hal ini terjadi karena atom-atom logam saling bergeser dan menyesuaikan posisinya ketika diberi tekanan.
  6. Tahan terhadap korosi: Beberapa logam seperti aluminium dan besi membentuk lapisan oksida pada permukaannya ketika terpapar udara atau air. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung terhadap korosi dan menjaga logam dari kerusakan lebih lanjut.
  7. Magnetik: Beberapa jenis logam seperti besi, nikel, dan kobalt mempunyai sifat magnetik. Ini terjadi karena elektron-elektron bebas dalam ikatan logam dapat bergerak dengan mudah dalam medan magnetik.

Sifat-sifat ini menjadikan ikatan logam sangat penting dalam berbagai aplikasi industri, seperti pembuatan kendaraan, pesawat terbang, bangunan, dan banyak lagi. Oleh karena itu, pemahaman tentang sifat-sifat ikatan logam sangat penting dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang lebih maju.

Elektronegatifitas

Elektronegatifitas

Elektronegativitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari ikatan kimia bersama dengan atom lain. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Linus Pauling pada tahun 1932 dan sejak itu menjadi konsep penting dalam kimia.

Skala Elektronegativitas Pauling digunakan untuk menilai tingkat elektronegativitas suatu atom. Skala ini menetapkan nilai maksimum pada 4,0 untuk unsur fluorida dan minimum pada 0,7 untuk unsur fransium. Nilai elektronegativitas untuk unsur-unsur lain berada di antara nilai maksimum dan minimum ini.

Nilai elektronegativitas suatu atom dapat mempengaruhi ikatan kimia yang terbentuk. Sebagai contoh, dalam ikatan kovalen polar, elektron cenderung lebih dekat dengan atom yang lebih elektronegatif, sehingga menghasilkan muatan parsial yang berbeda pada masing-masing atom.

Hal ini dapat menyebabkan salah satu atom dalam molekul memiliki muatan negatif sedangkan atom lain memiliki muatan positif. Sebaliknya, pada ikatan kovalen nonpolar, kedua atom yang terlibat mempunyai elektronegativitas yang sama, sehingga elektron-elektron di dalam ikatan kimia terbagi secara merata.

Selain itu, nilai elektronegativitas juga dapat mempengaruhi sifat-sifat kimia dari unsur-unsur yang terlibat dalam ikatan kimia. Unsur yang memiliki nilai elektronegativitas yang tinggi, seperti halogen, cenderung membentuk senyawa ionik dengan logam karena mereka dapat menarik elektron dari logam. Sebaliknya, unsur yang memiliki nilai elektronegativitas yang rendah, seperti logam alkali, cenderung membentuk senyawa ionik dengan non-logam.

Dalam ikatan logam, elektronegativitas tidak begitu berperan karena atom-atom logam tidak memiliki kecenderungan untuk menarik elektron dari atom lain. Sebaliknya, atom-atom logam dalam ikatan logam saling berbagi elektron dan membentuk jaringan kristal logam.

Dalam kesimpulannya, elektronegativitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari ikatan kimia bersama dengan atom lain. Nilai elektronegativitas suatu atom mempengaruhi sifat-sifat kimia unsur tersebut, serta mempengaruhi jenis ikatan kimia yang terbentuk. Konsep ini sangat penting dalam memahami reaktivitas dan sifat kimia dari senyawa kimia.

Gaya Antar Molekul

Gaya antar molekul adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara molekul-molekul dalam suatu zat. Gaya antar molekul berperan penting dalam menentukan sifat fisika suatu zat seperti titik lebur, titik didih, kelarutan, dan viskositas.

Beberapa jenis gaya antar molekul yang umum terjadi antara molekul-molekul dalam suatu zat antara lain:

1. Gaya van der Waals atau Gaya Dispersi London

Gaya van der Waals terjadi akibat adanya perbedaan muatan parsial pada molekul-molekul yang menyebabkan terjadinya gaya tarik-menarik antara molekul-molekul tersebut. Gaya van der Waals dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu gaya London (dispersi) dan gaya dipol-dipol.

  • Adanya fluktuasi yang menyebabkan molekul bersifat polar sementara. Akibatnya juga terjadi fluktuasi berlawanan pada molekul sekitarnya sehingga dua molekul yang berdekatan mempunyai muatan yang berlawanan dan saling tarik menarik.

Gaya van der Waals

2. Gaya ion-dipol

Gaya ion-dipol terjadi antara ion dan molekul polar. Ion positif menarik ujung negatif molekul polar, sedangkan ion negatif menarik ujung positif molekul polar.

  • Molekul mempunyai pusat muatan positif dan negatif pada area yang berbeda. Muatan yang sama akan tolak menolak, muatan yang berbeda akan tarik menarik. Molekul akan berorientasi sehingga menghasilkan gaya tarik maksimum dan gaya tolak minimum.

Gaya Dipole

3. Gaya hidrogen

Gaya hidrogen terjadi antara atom hidrogen yang terikat pada atom nitrogen, oksigen, atau fluor dengan atom nitrogen, oksigen, atau fluor lainnya. Gaya hidrogen sangat kuat dan memainkan peran penting dalam mempertahankan struktur protein dan asam nukleat.

  • Suatu atom Hidrogen dalam suatu molekul ditarik oleh atom yang mempunyai elektronegatifitas tinggi (misalnya N, O, F) dari molekul yang lain.

3. Gaya hidrogen

4. Gaya elektrostatik

Gaya elektrostatik terjadi antara dua atom atau molekul yang mempunyai muatan listrik yang berlawanan. Gaya elektrostatik sangat kuat dan biasanya terjadi dalam senyawa ionik.

Jenis-jenis gaya antar molekul ini dapat berinteraksi satu sama lain dan saling mempengaruhi. Misalnya, gaya van der Waals dapat mempengaruhi kestabilan ikatan hidrogen dan sebaliknya, atau gaya elektrostatik dalam senyawa ionik juga dipengaruhi oleh gaya van der Waals. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang gaya antar molekul sangat penting untuk memahami sifat-sifat fisika suatu zat.

Preview PPT

Kumpulan Materi Kimia PPT

No Judul Materi Download Materi
1 Atom, Molekul, dan Mole Download
2 Struktur Atom Download
3 Tabel Periodik Download
4 Ikatan Kimia Download
5 Sistem Priodik Download
6 Persamaan kimia Download
7 Stoikiometri Download
8 Gas Download
9 Campuran dan Larutan Download
Baca juga :

Mau donasi lewat mana?

Donate with Paypal
BANK BNI - An.mechanical engineering / Rek - 2345xxx
Gopay-
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

About the Author

Kami percaya bahwa akses pendidikan berkualitas adalah hak mendasar bagi setiap anak Indonesia.

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.